Membaca adalah Kerja Sunyi
Gerakan literasi sering diukur dengan jumlah buku. Barangkali yang perlu dihitung adalah waktu hening yang kita sediakan.
Di banyak sekolah, program literasi dimulai dengan rak buku baru dan target jumlah judul yang harus dibaca. Itu langkah baik. Namun membaca yang sungguh-sungguh membutuhkan sesuatu yang tidak bisa dibeli: waktu hening yang dilindungi.
Lima belas menit tanpa gawai, tanpa lembar kerja, tanpa pertanyaan pilihan ganda sesudahnya, mungkin terdengar remeh. Tetapi justru di ruang tanpa tuntutan itulah anak-anak belajar bahwa buku bukan tugas, melainkan teman.
Ini adalah esai pendapat. Pengalaman sekolah berbeda-beda, dan efektivitas pendekatan semacam ini perlu diuji dengan kajian yang memadai.
Tulisan Terkait
Klausula Baku dan Rasa Adil Konsumen Digital
Kita menekan tombol "Setuju" puluhan kali sebulan. Pertanyaannya: apakah persetujuan semacam itu masih bermakna?
UMKM dan Godaan Diskon Platform
Diskon besar mendatangkan pembeli, tetapi siapa yang menanggung biayanya ketika promosi berakhir?